Surakarta – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta mempresentasikan penelitian mengenai inovasi eliminasi mikroplastik dalam sistem pangan pada International Conference on Ocean, Environment and Engineering (ICOEE) 2026.
Penelitian berjudul “Integrative Innovation of Microplastic Elimination in Food Systems: Promise, Risks, and Safety Concerns” tersebut disusun oleh Faizal Jannu Aryanto Sahidana Putra, Sri Utami, Septin Puji Astuti, Titis Gayuh Putri Aji, Nur Faiq, dan Faiz Rizal Fathoni. Tim ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Bioteknologi, Ilmu Lingkungan, dan Teknologi Pangan.

Kolaborasi lintas program studi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap keberadaan mikroplastik dalam sistem pangan. Mikroplastik tidak hanya menjadi persoalan pencemaran lingkungan, tetapi juga telah ditemukan dalam berbagai sumber paparan manusia, seperti makanan, minuman, udara, dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan mikroplastik berpotensi menimbulkan stres oksidatif, kerusakan sel dan DNA, gangguan metabolisme, respons imun, disfungsi organ, serta gangguan reproduksi dan perkembangan. Meskipun dampaknya terhadap manusia masih terus diteliti, keberadaan mikroplastik dalam rantai pangan telah menjadi tantangan penting dalam bidang kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.
Menggabungkan Degradasi dan Biosorpsi
Berbeda dari kajian yang hanya menitikberatkan pada penghancuran atau degradasi mikroplastik, penelitian ini menggunakan pendekatan integratif. Tim melakukan systematic literature review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses atau PRISMA.
Kajian tersebut mengevaluasi berbagai metode eliminasi mikroplastik, terutama degradasi biologis berbasis enzim, biosorpsi oleh mikroorganisme, serta kemungkinan penggabungan kedua pendekatan tersebut dalam sistem pangan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa sejumlah enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme berpotensi menguraikan polimer plastik. Enzim tersebut antara lain kelompok hidrolase, seperti cutinase, lipase, dan esterase, serta kelompok oksidoreduktase, seperti laccase dan peroksidase.
Namun, proses degradasi mikroplastik tidak selalu langsung menghasilkan senyawa yang sepenuhnya aman. Penguraian yang tidak sempurna dapat menghasilkan fragmen plastik berukuran lebih kecil, termasuk nanoplastik. Karena ukurannya sangat kecil, nanoplastik berpotensi lebih mudah melewati penghalang biologis dan berinteraksi dengan jaringan serta sel organisme.
Atas dasar persoalan tersebut, tim peneliti menawarkan pendekatan lanjutan melalui pemanfaatan bakteri asam laktat atau lactic acid bacteria. Bakteri ini berpotensi mengadsorpsi partikel plastik berukuran sangat kecil pada permukaan selnya sehingga terbentuk kompleks bakteri–nanopartikel.
Kompleks tersebut diharapkan dapat mengurangi interaksi langsung antara nanoplastik dan jaringan biologis, serta membantu proses pengeluaran partikel melalui sistem ekskresi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penanganan mikroplastik memerlukan kombinasi mekanisme biologis, bukan hanya bergantung pada satu proses degradasi.
Memperkuat Budaya Riset Kolaboratif
Presentasi pada ICOEE 2026 menjadi kesempatan bagi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperkenalkan kontribusi akademiknya dalam menjawab persoalan lingkungan dan keamanan pangan yang menjadi perhatian global.
Forum internasional tersebut juga membuka peluang pengembangan jejaring penelitian lintas disiplin dan lintas institusi, khususnya dalam bidang bioteknologi, ilmu lingkungan, mikrobiologi, dan teknologi pangan.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian ini mencerminkan komitmen Fakultas Sains dan Teknologi dalam membangun budaya akademik dan riset kolaboratif. Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui kegiatan perkuliahan, tetapi juga melalui penelitian yang diarahkan untuk menganalisis dan menawarkan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.

Menjawab Ancaman Mikroplastik dalam Pangan melalui Inovasi Integratif di Forum Internasional
1 bulan yang lalu - Umum